Reklame

Rabu, 03 November 2010

Jika Indonesia Berperang Dengan Malaysia

Ketegangan yang meningkat antara Indonesia dan Malaysia menimbulkan beragam wacana di masyarakat. Di antaranya adalah peran penting Inggris sebagai sekutu suatu aliansi pertahanan dengan Malaysia jikalau terjadi skenario paling buruk, yaitu perang.

Jika Indonesia berperang dengan Malaysia, maka Malaysia yang merupakan anggota Five Power Defence Arrangements (FPDA) akan mendapat bantuan dari anggota lainnya, yaitu Singapura, Selandia Baru, Australia, dan Inggris. Dibentuk pada 1971, para peserta FPDA akan bekerja sama satu sama lain bila ada agresi atau ancaman terhadap Malaysia atau Singapura.

Muncul spekulasi, jika Inggris yang merupakan anggota pakta pertahanan Atlantik utara (NATO) ikut berperang melawan Indonesia, maka anggota NATO lainnya akan ikut mendukung Inggris. Maka makin runyamlah Indonesia dikeroyok banyak negara.


Diperparah lagi dengan persenjataan Indonesia yang sudah usang karena dimakan usia (dari pada beli senjata, mending di korupsi aja beramai ramai), Armada sukhoi hanya bisa melakukan serangan KAMIKAZE (bunuh diri) karena belinya cuman pesawat aja, tidak dengan persenjataanya, para pengecut, pengkhianat, dan penjilat akan meneriakkan HIDUP MALAYSIA, INDONESIA MENYERAH SAJA (sambil sibuk mencari muka).

Namun, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Martin Hatfull, menampik spekulasi itu. Dia mengatakan tidak ingin berandai-andai dan menolak untuk berkomentar ketika ditanya mengenai dukungan Inggris jika Malaysia berperang dengan Indonesia.

Menurut Hatfull, Malaysia dan Indonesia adalah dua mitra penting bagi Inggris, dan yang utama dari itu semua adalah tetap menjalin hubungan baik.

“Walaupun Inggris mempunyai hubungan yang kuat dengan negara-negara persemakmuran, namun saya menegaskan bahwa Inggris mempunyai kepentingan yang besar dalam menjaga hubungan yang damai dan stabil,” ujar Hatfull yang ditemui di kediamannya di Jakarta, Kamis, 2 September 2010.

Hatfull mengatakan bahwa Inggris sebagai anggota pakta pertahanan NATO dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB tetap mengedepankan dialog dalam mengatasi permasalahan. Dia yakin permasalahan antara kedua negara dapat diselesaikan dengan jalan diplomatis .

“Kami akan mendukung setiap solusi yang diplomatis dan damai. Inggris jelas akan akan ikut andil dalam upaya menciptakan keadaan yang aman dan stabil,” jelasnya.

Menanggapi usaha pemerintah dalam menyelesaikan masalah, Hatfull yakin betul bahwa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat menyelesaikan ketegangan dengan negara tetangga dengan tangan dingin tanpa perlu bersitegang.

“Saya yakin setiap pemerintahan yang baik akan dapat pula menyelesaikan permasalahan dengan baik,” ujar Hatfull.

Hal ini merupakan salah satu kerugian Indonesia menjadi Negara Non blok, dimana dalam menghadapi masalah Indonesia Akan selalu sendirian, Negara sekelas Amerika, Inggris, dan Rusia saja sibuk mencari sekutu kemana-mana.

Untuk Malaysia, kalo mau perang ya serang aja gan, meminjam semboyan pahlawan dahulu "merdeka atau mati" untuk era sekarang "lebih baik mati daripada harga diri kita diinjak-injak (itung itung membantu pemerintah untuk keluarga berencana hehehe), saya rasa 238 juta penduduk Indonesia cukup untuk MENGGANYANG Malaysia yang penduduknya hanya 28,9 juta (1/8).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar